Sesaat sebelum tidur, saya selalu minta dia untuk menceritakan sesuatu (kaya anak kecil aja yak!). cerita apapun, baik tentang artikel yang dia baca, apa saja yang dia lakukan di depan komputer, atau hal2 lain yang dia dengar. Saya meminta dia menceritakannya kembali ke saya. Konon katanya percakapan antara suami-isteri sebelum tidur akan membawa hubungan komunikasi yang positif, hehe. Di akhir selalu akan ditemukan saya yang sudah tidur duluan, dan dia yang masih melek dan kadang2 melanjutkan berkutik di depan komputer.
semalam dia bercerita tentang tausiyah yang dia dapatkan setelah shalat di masjid. Seorang temannya menceritakan sebuah kisah dari Nabi Sulaiman AS. Seperti yang kita ketahui Nabi Sulaiman As, adalah nabi yang kuat, hebat, mampu berbicara dengan binatang, mampu memindahkan kerajaan, dan katanya bisa terbang. Suatu hari ketika Nabi Sulaiman As sedang terbang di langit, seseorang yang berada di atas tanah melihatnya seraya mengucapkan “Subhanallah”. Nabi Sulaiman yang mengetahui hal itu segera turun dan menghampiri orang yang mengucapkan hal tersebut lalu Nabi Sulaiman berkata: “kenapa kau mengucapkan Subhanallah?”. Orang itu menjawab, “Karena kehebatanmu bisa terbang”. Nabi Sulaiman As membalas, “Sesungguhnya jika seluruh kekuatan dan kehebatanku dikumpulkan, maka tidak akan menandingi ucapan Subhanallah yang baru saja kau katakan itu”.
Terkadang sering kita takjub terhadap sesuatu, terhadap seseorang yang lebih hebat, lebih pintar, lebih cerdas, bisa semuanya, atau ketika melihat suatu pemandangan indah, suatu bangunan megah nan keren, dan kita (termasuk saya) seringkali berucap “Wah keren!!, “Hebat!”, “Mantap!”, “Pinter banget deh!”, dan bentuk pujian lainnnya tanda kekaguman kita terhadapa sesuatu. Tapi apakah kita menyadari bahwa semua kehebatan yang dimiliki orang lain dan keindahan yang kita lihat adalah datangnya atas izin dan karunia Allah SWT? maka mengucapkan “Subhanallah” adalah lebih baik dari yang lainnya. Dia lah sumber segalanya.
Wallahualam bisawab.